Dalam episode ke-14 program “Mencari Rida Ilahi”, Ustaz Habib menyampaikan tausiah mengenai pentingnya menjaga pola konsumsi selama Ramadan, agar tidak terjebak dalam perilaku boros dan mubazir. Pembahasan ini diawali dengan tadarus Surah Al-Mulk ayat 1-5.
Poin-Poin Utama Tausiah:
- Fenomena “Kalap” Saat Berbuka: Ustaz Habib menyoroti kebiasaan masyarakat, terutama di minggu-minggu awal Ramadan, yang cenderung konsumtif dan boros saat membeli takjil. Keinginan untuk membeli semua jenis makanan sering kali berujung pada makanan yang tidak termakan atau terbuang (food waste) [04:25].
- Pentingnya Food Management: Untuk menghindari sikap boros, diperlukan manajemen makanan. Ustaz menyarankan agar kita merencanakan menu apa yang benar-benar dibutuhkan, bukan sekadar menuruti keinginan hawa nafsu sesaat yang ingin membeli segalanya [05:02].
- Hemat vs Pelit: Hemat bukan berarti pelit. Hemat adalah mengelola keuangan dengan bijak dan memiliki tujuan jangka panjang. Uang yang biasanya habis untuk jajan berlebihan bisa dialihkan untuk menabung demi keperluan pendidikan atau kebutuhan yang lebih bermanfaat di masa depan [07:32].
- Budaya Menabung Sejak Dini: Ustaz mengapresiasi program menabung bagi pelajar, seperti kerja sama dengan Bank BJB, yang membantu membangun pola pikir produktif dan bijak dalam mengelola uang daripada sekadar menjadi konsumtif [08:29].
Pandangan Islam Mengenai Perilaku Berlebihan:
Dalam sesi tanya jawab, Ustaz Habib menjelaskan dasar hukum Islam mengenai larangan berlebih-lebihan [10:40]:
- Surah Al-Isra Ayat 27: Menjelaskan bahwa orang-orang yang pemboros adalah saudara-saudara setan. Boros dalam hal ini adalah menghambur-hamburkan sesuatu tanpa manfaat [11:14].
- Surah Al-A’raf Ayat 31: Allah memerintahkan manusia untuk makan dan minum secukupnya dan jangan berlebih-lebihan, karena Allah tidak menyukai orang yang berlebihan [11:47].
Kesimpulan: Ramadan adalah bulan untuk melatih diri dalam menahan diri, termasuk menahan keinginan untuk boros. Berbuka puasa secukupnya adalah bentuk syukur, sementara berlebihan adalah pintu menuju kemubaziran. “Ramadan mengajarkan kita menahan, bukan meluapkan.” [13:10].

