episode 15

Mencari Rhido Ilahi Episode 15: Menemukan Ketenangan Sejati Melalui Zikir Pagi dan Petang

Dalam episode ke-15 program “Mencari Rida Ilahi”, Ustaz Habibani, M.Pd. membahas tentang konsep ketenangan jiwa atau healing yang sesungguhnya dalam pandangan Islam, yaitu melalui zikir. Pembahasan ini diawali dengan tadarus Surah Al-Kahfi ayat 1-10.

Poin-Poin Utama Tausiah:

  • Zikir sebagai Sumber Ketenangan: Merujuk pada Surah Ar-Ra’d ayat 28, Ustaz menjelaskan bahwa ketenangan hati hanya dapat dicapai dengan mengingat Allah (dzikrullah). Di tengah tren “healing” saat ini, Islam telah lama mengajarkan bahwa zikir pagi dan petang adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan mental dan spiritual [04:11].
  • Waspada Godaan di Pertengahan Ramadan: Memasuki hari ke-15, godaan untuk terlena dalam ibadah semakin besar. Ustaz mengingatkan agar kegiatan seperti “Buka Bersama” (Bukber) tidak mengabaikan kewajiban salat Maghrib dan Isya, serta menghindari obrolan yang tidak bermanfaat (mudharat) [05:03].
  • Budaya Zikir di Sekolah: Di SMA IT Akmala Sabila, siswa dibiasakan membaca Al-Ma’tsurat dan Asmaul Husna sebelum belajar. Kebiasaan ini bertujuan untuk menanamkan kalimat-kalimat thayyibah dalam diri siswa agar mereka terhindar dari rasa gelisah [06:15].
  • Kekuatan Kalimat Thayyibah: Mengucapkan Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan Astagfirullah bukan hanya sekadar ucapan, melainkan bentuk zikir yang memberikan energi positif pada jiwa [07:02].

Tips Agar Selalu Semangat Berzikir:

Menjawab pertanyaan mengenai cara agar konsisten berzikir, Ustaz memberikan beberapa tips praktis [07:43]:

  1. Biasakan dalam Kehidupan Sehari-hari: Gunakan kalimat thayyibah saat merespons sesuatu (misal: “Masya Allah” saat kagum atau “Alhamdulillah” saat mendapat kiriman uang/makanan) [08:21].
  2. Kurangi Perkataan Kasar: Hindari kata-kata kotor atau tidak berfaedah karena hal tersebut dapat menutup pintu hati untuk mengingat Allah [08:51].
  3. Jadikan Zikir sebagai Kebutuhan: Ubah pola pikir bahwa kitalah yang butuh Allah, bukan Allah yang butuh zikir kita. Tanamkan dalam “chip” otak kita bahwa zikir adalah kebutuhan dasar jiwa kita [10:09].

Kesimpulan: Ketenangan bukan soal pergi jauh ke tempat wisata, tetapi soal kembali dekat dengan Allah. “Tenang itu bukan soal pergi jauh, tapi kembali dekat dengan Allah.” Semoga zikir menjadi tempat pulang terbaik bagi jiwa kita [10:56].

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *