Dalam episode ke-17 program “Mencari Rida Ilahi”, Ustaz Habib Khairusani menyampaikan tausiah spesial bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an, yaitu malam turunnya Al-Qur’an. Pembahasan ini diawali dengan tadarus Surah Al-Baqarah ayat 185.
Poin-Poin Utama Tausiah:
- Al-Qur’an sebagai Hadiah Terindah: Ustaz Habib menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah hadiah terindah dan “surat cinta” dari Allah SWT untuk umat manusia. Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan petunjuk lengkap (huda) untuk menjalani kehidupan di dunia dengan benar [04:31].
- Petunjuk yang Nyata: Segala aspek kehidupan, mulai dari tata cara ibadah hingga muamalah (hubungan antarmanusia), telah tertulis jelas dalam mushaf Al-Qur’an. Barang siapa yang mengikuti petunjuknya, maka ia akan menemukan jalan kebahagiaan [05:49].
- Kedekatan Allah dengan Hamba-Nya: Merujuk pada kelanjutan ayat di Surah Al-Baqarah, Ustaz menekankan bahwa Allah sangat dekat dengan hamba-Nya. Al-Qur’an memberikan jaminan bahwa setiap doa yang dipanjatkan oleh orang beriman dengan sungguh-sungguh pasti akan dikabulkan [06:29].
- Pentingnya Tadabur: Membaca Al-Qur’an harus disertai dengan tadabur (merenungkan makna). Tujuannya adalah agar nilai-nilai Al-Qur’an meresap ke dalam jiwa dan dapat diamalkan dalam aktivitas sehari-hari, bukan hanya menjadi seremoni rutin di bulan Ramadan [07:32].
Tips Menjaga Semangat Membaca Al-Qur’an:
Menjawab pertanyaan tentang cara menjaga “obor” semangat tilawah di tengah kesibukan sekolah, Ustaz memberikan tiga tips praktis [08:48]:
- Membaca dengan Penghayatan: Jangan sekadar mengejar target jumlah ayat. Bacalah dengan lantunan yang indah dan nikmati setiap kata agar makna ayat tersebut meresap dan menjadi obat bagi jiwa [09:55].
- Jadikan Al-Qur’an sebagai Teman Setia: Biasakan membawa mushaf ke mana pun (kecuali kamar mandi). Dengan selalu membawa Al-Qur’an, kita akan terdorong untuk membacanya meski hanya satu atau dua ayat di waktu luang [11:15].
- Mengharap Keberkahan: Tanamkan niat bahwa membaca Al-Qur’an adalah wasilah untuk mendapatkan keberkahan dan bimbingan Allah dalam setiap langkah hidup [11:25].
Kesimpulan: Jangan biarkan Al-Qur’an hanya tersusun rapi di rak buku, sementara hati kita kosong dari nilai-nilainya. “Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tapi pesan cinta dari Rabb semesta alam.” Biarkan ia membimbing hidup kita selamanya, melampaui bulan Ramadan [12:04].

