
Cirebon – Yayasan Akmala Sabila kembali menyelenggarakan kajian rutin hari Sabtu yang diisi langsung oleh Ketua Yayasan Akmala Sabila, Prof. Dr. Hj. Nurlela, M.Ag. Kegiatan ini merupakan salah satu program pembinaan spiritual yang secara konsisten dilaksanakan sebagai upaya memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta membangun karakter Islami bagi seluruh keluarga besar Yayasan Akmala Sabila.
Kajian yang dilaksanakan setiap pekan ini menjadi momentum berharga untuk memperdalam ilmu agama sekaligus menjadi pengingat bahwa kesuksesan dalam kehidupan tidak hanya ditentukan oleh usaha lahiriah, tetapi juga oleh kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. Dengan penyampaian yang hangat, sistematis, dan mudah dipahami, Prof. Dr. Hj. Nurlela mengajak seluruh peserta untuk senantiasa menjadikan doa sebagai kekuatan utama dalam setiap langkah kehidupan.
Pada kesempatan kali ini, kajian mengangkat tema “Keutamaan Berdoa”. Tema tersebut dipilih karena doa merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam Islam. Melalui doa, seorang hamba menunjukkan rasa ketergantungan, harapan, serta keyakinannya kepada Allah SWT sebagai Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan setiap permohonan hamba-Nya.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Hj. Nurlela menyampaikan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan hendaknya diawali dengan doa dan istigfar. Beliau mengingatkan bahwa setiap waktu yang dijalani harus dimanfaatkan untuk menyebarkan manfaat bagi sesama. Oleh karena itu, membiasakan diri memulai setiap aktivitas dengan memohon pertolongan Allah SWT menjadi salah satu bentuk ikhtiar agar setiap langkah memperoleh keberkahan.
Selain itu, beliau menekankan pentingnya memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa setiap hamba-Nya. Keyakinan tersebut bukan sekadar harapan, melainkan bentuk keimanan yang harus terus dipupuk dalam hati. Seorang muslim hendaknya tidak mudah berputus asa ketika doa belum dikabulkan sesuai dengan keinginannya, karena Allah SWT selalu memberikan yang terbaik pada waktu yang paling tepat.
Pesan lain yang menjadi perhatian dalam kajian ini adalah pentingnya membangun sikap husnuzan atau berprasangka baik kepada Allah SWT. Menurut beliau, terkabulnya doa tidak hanya bergantung pada apa yang diminta, tetapi juga pada keridhaan Allah SWT terhadap hamba-Nya. Oleh sebab itu, setiap muslim perlu terus memperbaiki kualitas ibadah, menjaga akhlak, serta memperbanyak amal saleh sebagai bentuk kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dalam kajian tersebut, Prof. Dr. Hj. Nurlela juga menjelaskan tiga poin penting dalam berdoa yang menjadi bekal bagi setiap muslim.
Poin pertama adalah memperkuat iman. Keimanan yang kokoh akan melahirkan keyakinan penuh ketika berdoa. Seseorang yang memiliki iman yang kuat akan senantiasa optimis terhadap rahmat Allah SWT dan tidak mudah kehilangan harapan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Dengan iman yang kuat, doa menjadi sarana untuk memperteguh hati sekaligus mempererat hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya.
Poin kedua adalah memperbanyak amal saleh. Amal saleh menjadi salah satu jalan yang dapat membuka pintu-pintu dikabulkannya doa. Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak sedekah, membantu sesama, menjaga silaturahmi, serta melakukan berbagai kebaikan sebagai wujud ketakwaan kepada Allah SWT.
Sementara itu, poin ketiga adalah memahami bahwa doa merupakan kekuatan terbesar bagi seorang muslim. Dalam Islam, doa sering disebut sebagai senjata orang beriman. Melalui doa, seorang hamba menyerahkan segala urusannya kepada Allah SWT dengan penuh tawakal. Berbagai persoalan yang tampak sulit sekalipun dapat memperoleh jalan keluar atas izin-Nya. Karena itu, doa hendaknya tidak pernah ditinggalkan dalam setiap kondisi, baik ketika memperoleh nikmat maupun saat menghadapi ujian.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa doa harus senantiasa disertai dengan usaha nyata. Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar lahir dan ikhtiar batin. Keberhasilan tidak akan diraih hanya dengan berdoa tanpa usaha, demikian pula usaha tanpa doa akan kehilangan keberkahan. Oleh sebab itu, setiap individu hendaknya terus berupaya secara maksimal sesuai kemampuan yang dimiliki, kemudian menyempurnakannya dengan doa, tawakal, dan kepasrahan kepada Allah SWT.
Kajian rutin ini mendapat sambutan yang sangat baik dari peserta. Materi yang disampaikan tidak hanya memberikan tambahan wawasan keislaman, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus memperbaiki kualitas ibadah dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kajian berlangsung khidmat, penuh kekeluargaan, dan memberikan ruang bagi peserta untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan spiritual masing-masing.
Bagi Yayasan Akmala Sabila, kegiatan kajian rutin setiap hari Sabtu merupakan bagian dari komitmen dalam membangun budaya belajar sepanjang hayat yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, yayasan juga memberikan perhatian besar terhadap pembinaan ruhiyah seluruh civitas akademika. Melalui kegiatan seperti ini diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat, akhlak yang mulia, dan semangat untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan terselenggaranya kajian rutin ini, Yayasan Akmala Sabila berharap seluruh keluarga besar yayasan dapat terus menjadikan doa sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari setiap aktivitas. Sebab, di balik setiap doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan, terdapat harapan, kekuatan, serta keyakinan bahwa Allah SWT senantiasa mendengar dan memberikan yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya. Semoga nilai-nilai yang disampaikan dalam kajian ini dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi inspirasi untuk terus memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, serta mengiringi setiap ikhtiar dengan doa dan tawakal kepada Allah SWT.
