
Cirebon – Yayasan Akmala Sabila kembali menggelar kajian rutin hari Sabtu yang disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan Akmala Sabila, Prof. Dr. Hj. Nurlela, M.Ag. Kegiatan yang telah menjadi agenda pembinaan pekanan ini merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam membangun budaya belajar yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter Islami yang kokoh.
Pada kesempatan kali ini, kajian mengangkat tema “Pentingnya Menanamkan Kejujuran”, sebuah nilai fundamental yang menjadi pondasi utama dalam membentuk pribadi muslim yang berintegritas. Melalui penyampaian yang penuh hikmah, Prof. Dr. Hj. Nurlela mengajak seluruh peserta untuk merenungkan kembali peran setiap individu, khususnya para pendidik dan orang tua, dalam menanamkan karakter jujur kepada generasi muda.
Beliau menjelaskan bahwa kejujuran bukan sekadar kebiasaan berkata benar, melainkan merupakan bagian dari akhlak mulia yang harus dibangun sejak usia dini. Anak-anak belajar bukan hanya melalui nasihat, tetapi juga melalui contoh yang mereka lihat setiap hari. Oleh karena itu, keluarga dan lingkungan pendidikan memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam membentuk karakter tersebut.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Hj. Nurlela menegaskan bahwa setiap pendidik memiliki amanah untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran pada peserta didik. Pendidikan sejatinya tidak hanya bertujuan mencetak siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki integritas, dapat dipercaya, dan mampu mempertanggungjawabkan setiap ucapan maupun perbuatannya. Karakter seperti inilah yang akan menjadi bekal berharga bagi peserta didik dalam menjalani kehidupan di masa depan.
Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari tingginya nilai rapor ataupun prestasi yang diraih. Lebih dari itu, keberhasilan sesungguhnya terlihat ketika seorang anak tumbuh menjadi pribadi yang jujur, amanah, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Nilai-nilai tersebut akan menjadi pondasi dalam membangun masyarakat yang bermartabat. Dalam kajian tersebut, Prof. Dr. Hj. Nurlela menyampaikan tiga langkah penting dalam menanamkan kejujuran kepada anak.
Poin pertama adalah memperhatikan akhlak anak. Menurut beliau, pendidikan karakter harus menjadi perhatian utama dalam proses mendidik. Orang tua dan guru tidak hanya fokus pada kemampuan akademik, tetapi juga perlu mengamati perkembangan akhlak peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Sikap jujur perlu dibiasakan melalui hal-hal sederhana, seperti berkata apa adanya, mengakui kesalahan, menepati janji, serta bertanggung jawab terhadap setiap tindakan yang dilakukan.
Poin kedua adalah bahwa karakter kejujuran harus dibangun sejak usia dini. Masa kanak-kanak merupakan periode emas dalam pembentukan karakter. Nilai-nilai yang ditanamkan sejak kecil akan lebih mudah melekat hingga dewasa. Oleh karena itu, pembiasaan untuk berkata benar, menghargai kepercayaan orang lain, dan tidak mengambil hak yang bukan miliknya harus terus dilatih secara konsisten, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.
Beliau menambahkan bahwa pendidikan karakter tidak dapat dilakukan secara instan. Menanamkan kejujuran membutuhkan proses panjang, kesabaran, dan keteladanan dari orang-orang dewasa di sekitar anak. Ketika guru dan orang tua mampu menjadi teladan dalam bersikap jujur, peserta didik pun akan lebih mudah meniru dan mengamalkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Poin ketiga adalah memberikan apresiasi kepada anak ketika mereka bersikap jujur. Prof. Dr. Hj. Nurlela menjelaskan bahwa penghargaan terhadap perilaku jujur akan memperkuat motivasi anak untuk terus mempertahankan kebiasaan baik tersebut. Apresiasi tidak selalu berupa hadiah, tetapi dapat diwujudkan melalui pujian, perhatian, maupun ungkapan rasa bangga atas keberanian anak dalam mengatakan kebenaran, meskipun terkadang harus mengakui kesalahan yang telah diperbuat.
Dalam kajian ini, Prof. Dr. Hj. Nurlela juga mengaitkan pentingnya kejujuran dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 79. Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa ketidakjujuran merupakan perbuatan yang sangat dikecam dalam Islam. Allah SWT memperingatkan manusia agar tidak memutarbalikkan kebenaran demi memperoleh keuntungan duniawi yang bersifat sementara. Sebaliknya, seorang muslim diperintahkan untuk selalu menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap aspek kehidupan.
Beliau mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam mendidik anak. Ketika nilai-nilai Al-Qur’an diterapkan secara konsisten di lingkungan keluarga dan sekolah, maka akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. Kejujuran menjadi salah satu karakter utama yang akan mengantarkan seseorang memperoleh kepercayaan, keberkahan hidup, serta ridha Allah SWT.
Suasana kajian berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Para peserta menyimak setiap materi yang disampaikan dengan antusias karena pembahasannya sangat dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari. Di tengah berbagai tantangan zaman, nilai kejujuran menjadi salah satu karakter yang harus terus dijaga dan diperkuat agar generasi muda mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai seorang muslim.
Bagi Yayasan Akmala Sabila, kajian rutin setiap hari Sabtu merupakan salah satu bentuk ikhtiar dalam membangun ekosistem pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Melalui kegiatan ini, seluruh keluarga besar yayasan diajak untuk terus memperkaya ilmu agama sekaligus mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan spiritual seperti ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis, penuh keteladanan, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Dengan terselenggaranya kajian bertema “Pentingnya Menanamkan Kejujuran”, Yayasan Akmala Sabila berharap seluruh pendidik, orang tua, serta peserta didik semakin menyadari bahwa kejujuran merupakan investasi karakter yang sangat berharga. Nilai ini tidak hanya menentukan kualitas hubungan antarmanusia, tetapi juga menjadi salah satu jalan untuk meraih keberkahan hidup dan keridaan Allah SWT. Semoga pesan-pesan yang disampaikan dalam kajian ini dapat terus diamalkan sehingga lahir generasi yang kuat iman, luhur akhlaknya, serta menjadikan kejujuran sebagai prinsip dalam setiap ucapan dan tindakan.
