
Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Yayasan Akmala Sabila menyelenggarakan kegiatan Muhasabah dan Mau’idzah Hasanah yang diikuti oleh seluruh santri, guru, serta tenaga kependidikan. Kegiatan ini menjadi momentum istimewa untuk mengawali tahun baru Hijriah dengan memperkuat keimanan, memperbaiki diri, serta meneguhkan komitmen dalam menjalankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Bertempat di lingkungan Yayasan Akmala Sabila, seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan dan antusias. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan penyampaian mau’idzah hasanah oleh Ketua Yayasan Akmala Sabila, Prof. Dr. Hj. Nurlela, M.Ag. Kehadiran beliau memberikan suasana yang penuh makna sekaligus menjadi pengingat bahwa pergantian tahun Hijriah bukan sekadar peristiwa dalam kalender Islam, tetapi merupakan kesempatan bagi setiap muslim untuk melakukan evaluasi diri.
Dalam tausiyahnya, Prof. Dr. Hj. Nurlela menyampaikan bahwa Tahun Baru Hijriah merupakan momentum hijrah, yaitu berpindah dari kondisi yang kurang baik menuju pribadi yang lebih bertakwa dan lebih dekat kepada Allah SWT. Hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat sebagaimana perjalanan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga sebagai perubahan sikap, perilaku, dan kualitas ibadah menuju kehidupan yang lebih baik.
Beliau mengajak seluruh santri dan guru untuk menjadikan pergantian tahun sebagai waktu terbaik dalam melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Setiap individu diajak merenungkan perjalanan hidup selama satu tahun terakhir, mengevaluasi berbagai kekurangan, mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT, serta menyusun tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang.
“Tahun Baru Hijriah bukan sekadar pergantian angka, melainkan momentum emas untuk bermuhasabah, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” demikian pesan utama yang disampaikan dalam kajian tersebut. Pesan ini mengingatkan bahwa nilai sejati dari pergantian tahun terletak pada perubahan positif yang mampu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Prof. Dr. Hj. Nurlela menekankan bahwa hijrah harus dimulai dari hal-hal sederhana namun dilakukan secara konsisten. Menjaga salat tepat waktu, memperbanyak membaca Al-Qur’an, memperbaiki akhlak, menghormati guru dan orang tua, menjaga amanah, serta meningkatkan semangat belajar merupakan bentuk-bentuk hijrah yang dapat dilakukan oleh setiap santri. Sementara bagi para guru, hijrah diwujudkan melalui peningkatan kualitas mengajar, keteladanan dalam bersikap, serta keikhlasan dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Beliau juga mengingatkan bahwa seorang muslim tidak boleh merasa puas dengan capaian yang telah diraih. Setiap pergantian waktu hendaknya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam aspek spiritual, intelektual, maupun sosial. Semangat untuk terus belajar, memperbaiki kesalahan, dan menebarkan manfaat kepada sesama merupakan bagian dari implementasi nilai hijrah yang sesungguhnya.
Suasana mau’idzah hasanah berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Seluruh peserta menyimak setiap nasihat yang disampaikan dengan penuh perhatian. Tidak sedikit santri yang tampak larut dalam perenungan ketika diajak mengingat kembali perjalanan hidup serta berbagai nikmat yang telah Allah SWT berikan. Momen tersebut menjadi sarana refleksi agar setiap individu memiliki tekad baru dalam menjalani tahun Hijriah dengan semangat yang lebih baik.
Selain menjadi media pembinaan ruhani, kegiatan ini juga mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Yayasan Akmala Sabila. Berkumpulnya santri, guru, dan seluruh civitas akademika dalam satu majelis ilmu mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun lingkungan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Kehangatan dan kekeluargaan yang terjalin menjadi salah satu kekuatan dalam menciptakan budaya sekolah yang religius dan harmonis.
Peringatan Tahun Baru Hijriah juga menjadi bagian dari implementasi visi Yayasan Akmala Sabila dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat. Berbagai kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan menjadi sarana pembinaan akhlak sekaligus penguatan spiritual bagi seluruh warga sekolah.
Bagi para santri, kegiatan seperti ini memberikan pemahaman bahwa pendidikan di Akmala Sabila tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang beriman, bertakwa, dan berakhlakul karimah. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.
Di akhir tausiyah, Prof. Dr. Hj. Nurlela mengajak seluruh peserta untuk menjadikan tahun baru Hijriah sebagai titik awal perubahan. Beliau berharap setiap santri dan guru mampu membawa semangat hijrah ke dalam kehidupan sehari-hari dengan terus meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Melalui kegiatan peringatan Tahun Baru Hijriah 1448 ini, Yayasan Akmala Sabila berharap semangat hijrah tidak berhenti pada sebuah seremoni tahunan, tetapi benar-benar menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga besar yayasan untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan semangat muhasabah, keikhlasan, dan tekad untuk terus memperbaiki diri, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati yang bersih, akhlak yang mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Semoga Tahun Baru Hijriah menjadi awal yang penuh keberkahan, membawa semangat baru dalam menuntut ilmu, beribadah, dan mengabdi kepada Allah SWT.
