Membangun Kepedulian Lingkungan dari Lingkup Terkecil untuk Perubahan yang Lebih Besar

whatsapp image 2026 09 26 at 05.39.25

Cirebon, Sabtu, 19 September 2026 — Tim Sinau Berkah melaksanakan kegiatan Seminar Program Sinau Berkah sebagai bagian dari upaya penguatan edukasi lingkungan dan ekopedagogi di lingkungan Yayasan Akmala Sabila Cirebon. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Taufiq Supriadi, M.T. Ketua RT 08/RW 04, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, sebagai narasumber utama.

Dr. Taufiq Supriadi dikenal sebagai Founder Gerakan Pencegah Krisis Planet sekaligus Penggagas Survival Architecture Indonesia. Kiprahnya dalam mengembangkan gerakan kepedulian lingkungan berbasis masyarakat menjadikan pengalaman beliau sangat relevan dengan pengembangan Program Sinau Berkah, khususnya dalam membangun kesadaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari lingkungan terkecil, seperti rumah, sekolah, pesantren, hingga lingkungan RT.

Kegiatan seminar ini turut dihadiri oleh Dr. Budi Manfaat, M.Si., selaku *Kepala Pusat PKM dan SDGs LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Program ini merupakan bagian dari kegiatan yang dikembangkan oleh tim yang diketuai oleh Prof. Dr. Hj. Nurlela, M.Ag., selaku Ketua Yayasan Akmala Sabila sekaligus Guru Besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dengan anggota tim Dr. Ade Hidayat, M.Pd. dan Dr. Iis Arifudin, M.Ag.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan mendapatkan sambutan positif dari para peserta. Peserta seminar terdiri atas guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Yayasan Akmala Sabila, santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Akmala Sabila, serta para orang tua peserta didik, khususnya dari jenjang SD IT Akmala Sabila.

Belajar dari Gerakan Lingkungan Berbasis Masyarakat

Dalam paparannya, Dr. Taufiq Supriadi, M.T. menyampaikan bahwa persoalan lingkungan tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus diwujudkan melalui gerakan nyata yang dimulai dari lingkungan terdekat.

Menurutnya, perubahan besar dapat lahir dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan masyarakat. Pengalaman yang dilakukan di lingkungan RT 08/RW 04 Kelurahan Malaka Jaya menjadi salah satu contoh bahwa sebuah komunitas kecil mampu membangun gerakan lingkungan yang memberikan dampak luas.

Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah pentingnya memanfaatkan teknologi digital sebagai media edukasi dan penyebarluasan praktik baik dalam menjaga lingkungan

Saya mau titip pesan, sekarang zamannya media digital. Niatkan apa yang kita lakukan terkait kebaikan lingkungan untuk mengajarkan dan menunjukkan bahwa kita telah berbuat. Niatkan bukan untuk ria atau pamer, tetapi tunjukkan kepada dunia bahwa kita berbuat baik untuk menjaga bumi.”

Lebih lanjut, beliau menegaskan semangat bahwa perubahan tidak harus selalu dimulai dari proyek besar. Justru, perubahan dapat dimulai dari ruang-ruang kecil yang dikelola secara konsisten.

“Kami berkomitmen, dari lorong sempit lahir solusi besar. Kalau satu RT bisa, Indonesia berarti bisa berubah.”

Pesan tersebut menjadi inspirasi penting bagi keluarga besar Yayasan Akmala Sabila untuk terus mengembangkan pendidikan lingkungan yang tidak hanya berhenti pada teori, tetapi diwujudkan dalam kebiasaan dan budaya hidup sehari-hari

✓ Sinau Berkah Menuju Pesantren Ramah Lingkungan

Melalui kegiatan ini, Program Sinau Berkah diarahkan untuk menjadi sebuah gerakan kolaboratif yang mempertemukan unsur santri, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan pengelola pesantren dalam membangun kesadaran lingkungan.

Salah satu cita-cita yang ingin diwujudkan adalah menjadikan Pondok Pesantren Akmala Sabila sebagai pondok percontohan dalam penerapan Sinau Berkah, khususnya dalam pengelolaan lingkungan dan ekosistem sampah.

Pengelolaan sampah diharapkan tidak lagi dipandang sebagai persoalan semata, tetapi sebagai bagian dari proses pendidikan. Sampah dapat dipilah sejak dari sumbernya, dikelola, dimanfaatkan kembali, dan didaur ulang sesuai dengan jenis dan potensinya.

Dengan demikian, aktivitas sehari-hari di pesantren dapat menjadi ruang pembelajaran nyata bagi para santri. Mereka tidak hanya belajar mengenai pentingnya menjaga kebersihan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga mengalami langsung proses menjaga lingkungan, memilah sampah, mengurangi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mengembangkan kreativitas dalam pemanfaatan material yang dapat didaur ulang.

Konsep tersebut sejalan dengan semangat ekopedagogi, yaitu menjadikan lingkungan sebagai bagian penting dari proses pendidikan sekaligus membangun kesadaran bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan kehidupan dan bumi.

✓Dukungan Penuh Pondok Pesantren Akmala Sabila

Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Kepala Pondok Pesantren Akmala Sabila, Kyai Dr. M. Habib Khaerussani, M.Pd.

Beliau memberikan dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan Program Sinau Berkah sekaligus menunjukkan komitmen untuk terus mempelajari dan memahami konsep serta praktik Sinau Berkah secara lebih mendalam.

Dukungan tersebut diharapkan menjadi modal penting untuk membangun ekosistem pendidikan lingkungan yang melibatkan seluruh warga pesantren. Sinau Berkah tidak hanya diharapkan menjadi sebuah program kegiatan, tetapi berkembang menjadi budaya bersama yang dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui keterlibatan pimpinan pesantren, guru, tenaga kependidikan, santri, dan orang tua, diharapkan lahir kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral, sosial, dan keagamaan.

Dari Pesantren untuk Gerakan Lingkungan

Seminar Program Sinau Berkah menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen Yayasan Akmala Sabila dalam mengembangkan pendidikan yang mengintegrasikan nilai keislaman, kepedulian lingkungan, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi digital

Program ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar bersama bagi seluruh warga Yayasan Akmala Sabila untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Ke depan, Pondok Pesantren Akmala Sabila diharapkan dapat menjadi salah satu model pesantren yang mampu mengintegrasikan pendidikan, kepesantrenan, dan gerakan lingkungan hidup melalui praktik nyata, mulai dari pengelolaan sampah, pemilahan sampah, pengurangan sampah, pemanfaatan kembali barang, hingga pengembangan berbagai kegiatan edukasi lingkungan yang melibatkan santri dan orang tua.

Semangat yang dibangun adalah bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil. Dari pesantren, dari kelas, dari rumah, bahkan dari satu tempat sampah yang dipilah dengan benar.

Sinau Berkah bukan sekadar belajar tentang lingkungan, tetapi belajar untuk hidup bersama lingkungan.

Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, keluarga besar Yayasan Akmala Sabila berkomitmen untuk terus mengembangkan gerakan tersebut sehingga manfaatnya dapat dirasakan bersama dan menjadi inspirasi bagi lingkungan pendidikan lainnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *